Sabtu, 18-05-2024
  • Selamat Datang di Website SMPN 1 Kersamanah

BEST PRACTICE – Friska Nurfajarwati, S.Pd.

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE)  MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK  DALAM PEMBELAJARAN

Meningkatkan motivasi belajar peserta didik  kelas VII SMPN 1 Kersamanah dalam pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Tanah

Penulis: Friska Nurfajarwati, S.Pd

SMPN 1 Kersamanah

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:

  1. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (Teacher Center).
  2. Metode dan model pembelajaran yang inovatif belum diterapkan di kelas.
  3. Media berbasis ICT (Information and Communication Technologies)
  4. Motivasi dan minat belajar peserta didik yang rendah.

Praktik Baik (Best Practice) pada pembelajaran ini sangat perlu untuk dibagikan karena model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning) yakni model pembelajaran yang lebih banyak mengutamakan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, baik secara individu maupun kelompok. Melaui model pembelajaran ini peserta didik mendapatkan pembelajaran bermakna sehingga mampu berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah, melakukan inisiatif untuk mengemukakan pendapatnya, menyelesaikan tugas secara mandiri, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengembangkan proyek menggunakan media yang ditentukan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama kelompoknya, menguji hasil dan mengevaluasi pengalaman belajar peserta didik dengan melakukan presentasi di depan kelas. Keseluruhan tahapan kegiatan tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik  kelas VII SMPN 1 Kersamanah dalam pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Tanah

Penulis berpendapat bahwa masalah-masalah yang saya hadapi sudah umum terjadi di banyak sekolah dan saya yakin guru lainnya di luar sana mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu, harapan saya adalah bahwa praktik baik ini bukan hanya berpengaruh terhadap motivasi diri saya pribadi sebagai pelaksana dan penulis dalam menerapkan model, metode dan media pembelajaran yang inovatif, namun juga bisa bermanfaat dan berdampak nyata sebagai inspirasi dan referensi untuk diimplementasikan langsung oleh rekan-rekan guru lainnya yang tergerak untuk menyelesaikan masalah serupa di kelas dan sekolahnya masing-masing.

Pelaksana sebagai guru profesional memiliki peran sebagai pemimpin pembelajaran dan orang yang bertanggung jawab penuh mendorong kolaborasi untuk melaksanakan praktik pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan model PjBL dan media pembelajaran yang tepat guna serta inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik bisa dapat tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat.

Dari hasil analisis kajian literatur dan wawancara, penyebab dari tujuan yang ingin dicapai, antara lain:

  1. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (Teacher Center).
  2. Metode dan model pembelajaran yang inovatif belum diterapkan di kelas.
  3. Media berbasis ICT (Information and Communication Technologies)
  4. Motivasi dan minat belajar peserta didik yang rendah.

Dari beberapa akar penyebab masalah di atas, tentangan yang dihadapi guru agar pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik  kelas VII SMPN 1 Kersamanah dalam pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Tanah, yaitu:

  1. Penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Students Centered (berpusat pada peserta didik) yang mengandung unsur literasi, numerasi, HOTS, TPACK dan ICT disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.
  2. Penggunaan model dan metode pembelajaran inovatif yang efektif dan efisien sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  3. Pembuatan bahan dan media ajar yang menarik dan interaktif.
  4. Meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik dengan memilih strategi dan cara yang menarik,

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah:

  1. Peserta Didik yang menjadi subjek pembelajaran
  2. Rekan-rekan guru
  3. Wakasek Sarana dan Prasarana
  4. Kepala Perpustakaan
  5. Kepala Sekolah
  6. Dosen dan Guru Pamong

Penulis menganggap bahwa dosen pembimbing, guru pamong, rekan-rekan guru dan kepala sekolah sebagai orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman dalam kegiatan pembelajaran perlu dilibatkan sebagai pemberi pendapat dan saran agar proses praktik pembelajaran dapat dilakukan secara optimal dan terarah sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan praktik pembelajaran ini dapat diwujudkan sesuai harapan dan indikator capaian.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mengahadapi tantangan tersebut adalah:

  1. Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPP, LKPD, Media, Bahan Ajar dan Instrumen Penilaian tentang materi pencemaran tanah dengan model Project Based Learning (PjBL).
  2. Mengkomunikasikan RPP kepada kepala sekolah dan rekan guru sejawat serta dosen pembimbing dan guru pamong agar dapat diberikan saran dan rekomendasi agar RPP disusun dengan baik.
  3. Menggunakan pendekatan saintifik-TPACK dan model Project Based Learning (PjBL) dengan metode tanya jawab, diskusi, percobaan, dan presentasi.
  4. Membuat media ajar yang menarik menggunakan
  5. Menyediakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  6. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk dimasukan ke dalam instrumen penilaian.
  7. Membuat instrumen penilaian atau assessmen untuk Pre-Test dan Post-Test secara daring menggunakan Google Form.
  8. Mempersiapkan sarana dan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, proyektor, presenter, video pembelajaran.
  9. Melaksanakan pembelajaran menggunakan model PjBL, dan menyusun project, melakukan assessment, evaluasi secara digital (daring).
  10. Di dalam proses pembelajaran, guru menambahkan yel-yel penyemangat.
  11. Meminta bantuan rekan sejawat untuk merekam kegiatan pembelajaran selaku kameramen.
  12. Membagi kelompok secara heterogen, setiap kelompok terdiri dari 5 orang siswa.

Strategi yang digunakan

  1. Memberikan informasi rinci kepada Kepala Sekolah tentang pelaksanaan praktik pembelajaran yang akan dilakukan.
  2. Membangun komunikasi dan kolaborasi dengan Wakil Kepala Sekolah bidang akademik untuk perencanaan jadwal pelaksanaan pembelajaran, Wakil Kepala Sekolah bidang sarana dan prasarana untuk menyiapkan ruang belajar yang

menunjang terlaksananya pembelajaran.

  1. Mendorong peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran di kelas melalui media ajar yang menarik, materi ajar yang komunikatif dan bahan ajar yang interaktif serta kolaboratif.
  2. Memotivasi peserta didik dengan memberikan apresiasi berupa rewards secara verbal dalam bentuk pujian yang dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didik lebih baik lagi.

Proses Pembelajaran

Pertemuan Pertama

Kegiatan Pendahuluan

Persiapan dan Orientaasi

  1. Guru memberi salam dan menanyakan kabar peserta didik.
  2. Guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran peserta didik.
  3. Guru meminta peserta didik untuk berdo’a sebelum memulai pembelajaran. Do’a dipimpin oleh peserta didik yang datang paling awal.
  4. Guru meminta peserta didik memeriksa kerapiah diri dan bersikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Apersepi dan Motivasi

  1. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai materi pelajaran yang disampaikan sebelumnya dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari selanjutnya.
  2. Guru bersama peserta didik menyerukan yel-yel sebelum memulai pelajaran untuk membangkitkan motivasi.

Tujuan Pembelajaran

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran melalui tayangan PPT.
  2. Guru memberikan pretest awal terkait pembelajaran.

Kegiatan Inti

Menggunakan Model PjBL dengan langkah-langkah

Penentuan Pertanyaan Mendasar

  1. Guru menayangkan video mengenai pencemaran tanah.
  2. Guru mengajukan pertanyaan “Mengapa hal itu bisa terjadi?”, “Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari masalah tersebut terhadap tanah dan ekosistem?“
  3. Guru meminta peserta didik merumuskan masalah.

Mendesain Perencanaan Proyek

  1. Guru mengelompokkan peserta didik.
  2. Guru membimbing peserta didik menyusun perencanaan project.
  3. Guru membagikan LKPD.

Menyusun Jadwal

  1. Guru dan peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan project
  2. Guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan rencana proyek yang telah disusun.

Kegiatan Penutup

  1. Guru meminta peserta didik menyiapkan alat serta bahan untuk pembelajaran.
  2. Guru meminta peserta didik berdo’a untuk mengakhiri pembelajaran. Do’a dipimpin oleh siswa yang paling aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Kedua

Kegiatan Pendahuluan

Persiapan dan Orientasi

  1. Guru memberi salam dan menanyakan kabar peserta didik
  2. Guru melakukan presensi untuk mengecek kehadiran peserta didik.
  3. Guru meminta peserta didik untuk berdo’a sebelum memulai pembelajaran. Do’a dipimpin oleh peserta didik yang datang paling awal.
  4. Guru meminta peserta didik memeriksa kerapiah diri dan bersikap disiplin dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Apersepsi dan Motivasi

  1. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai kegiatan yang dilakukan sebelumnya.
  2. Guru mengulas kembali kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya hingga sampai ke tahap mendesain perencanaan proyek.
  3. Guru bertanya “Apakah kalian sudah membawa alat dan bahan untuk kegiatan pembelajaran kita hari ini?”
  4. Guru bersama peserta didik menyerukan yel-yel sebelum memulai pelajaran untuk membangkitkan motivasi.

Kegiatan Inti

Menggunakan Model PjBL dengan langkah-langkah

Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek

  1. Guru memantau keaktifan peserta didik selama melaksanakan proyek, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan.

Menguji Hasil

  1. Guru meminta setiap kelompok peserta didik untuk mempresentasikan hasil projectnya.
  2. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok peserta didik yang melakukan presentasi.

Mengevaluasi Pengalaman

  1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi kegiatan project dan menarik kesimpulan.

Kegiatan Penutup

  1. Guru dan peserta didik menganalisis kelebihan dan kekurangan kegiatan pembelajaran
  2. Guru memberikan soal post-test.
  3. Guru meminta peserta didik mempelajari materi selanjutnya yaitu materi Pemanasan Global.
  4. Guru meminta peserta didik berdo’a untuk mengakhiri pembelajaran. Do’a dipimpin oleh siswa yang paling aktif dalam kegiatan pembelajaran.
  5. Guru menutup pembelajaran dengan salam

Dukungan

Dalam pelaksanaan pembelajaran, saya juga dibantu

dan didukung dengan sangat baik oleh:

  1. Kepala sekolah dan rekan-rekan guru sejawat yang sangat membantu dalam persiapan dan pengadaan alat bantu yang dibutuhkan seperti proyektor, terminal listrik, laptop, presenter dan kamera.
  2. Dosen Pembimbing dan guru pamong dalam mengarahkan proses kegiatan pembelajaran yang baik dan benar.

Sumber Daya/Sarana yang diperlukan

  1. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran yaitu:
  2. Satu ruang kelas yang tenang, nyaman dan bersih
  3. Satu set dokumen perangkat pembelajaran.
  4. Satu buah laptop yang digunakan untuk presentasi.
  5. Satu buah charger laptop.
  6. Satu buah proyektor.
  7. Satu buah presenter.
  8. RPP, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran, lembar penilaian sikap, lembar penilaian pengetahuan, lembar penilaian keterampilan, dan perangkat lain yang dibutuhkan.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak

Dampak dari Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik  kelas VII SMPN 1 Kersamanah dalam pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Tanah, antara lain:

  1. Guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator atau pembimbing di kelas sehingga pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari berkurangnya intensitas dan frekuensi guru dalam melakukan ceramah dan banyaknya kegiatan yang menuntut komunikasi dua arah antara peserta didik dan guru, bahkan peserta didik dapat belajar secara mandiri menggunakan strategi dan cara yang mereka sukai.
  2. Melalui model dan metode pembelajaran inovatif, peserta didik menjadi lebih aktif dan bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas.Terlihat dari keterlibatan seluruh peserta didik saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan berdasarkan tayangan video yang ditampilkan dan terutama saat peserta didik secara berkelompok berdiskusi dan bekerjasama menyelesaikan projek dari bekas kemasan minuman.
  3. Melalui media berbasis TPACK dan ICT, mempermudah guru melakukan penilaian baik itu berupa pretest, posttest, maupun tes hasil belajar. Dengan menggunakan Google Form peserta didik dapat lebih cepat mengerjakan dan guru dapat langsung melihat skor peserta didik.
  4. Kemampuan dan pemahaman peserta didik berkaitan dengan materi yang disampaikan meningkat. Indikatornya adalah hasil penilaian sikap dan keterampilan peserta didik, dimana 2 orang peserta didik yang mendapat nilai 80,  sedangkan 14 peserta didik lainnya mendapatkan nilai 100.

Respon

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning  (PjBL) mendapat respon positif dari dosen pembimbing, guru pamong, peserta didik, teman sejawat, kepala sekolah, bahkan orang tua siswa. Sehingga diharapkan kegiatan praktik baik tersebut dapat dilanjutkan pada proses pembelajaran berikutnya di sekolah.

 

Faktor Keberhasilan

Faktor keberhasilan dari kegiatan tersebut ditentukan melalui pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan melalui model pembelajaran Project Based Learning  (PjBL) serta pemanfaatan media pembelajaran dengan tepat seperti penayangan PPT, video serta penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.

Dengan keberhasilan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa peserta didik sudah mampu membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran tanah serta menyajikan produk dari bekas kemasan minuman.

Pembelajaran dari keseluruhan proses

Pembelajaran dari keseluruhan proses yang diperoleh adalah dalam setiap proses pembelajaran pendidik harus menyadari kondisi dan situasi kelas serta karakteristik peserta didiknya sehingga paham betul tentang apa masalah dan solusi yang dibutuhkan oleh peserta didik. Selanjutnya guru juga harus menyesuaikan materi dengan model dan metode pembelajaran inovatif didukung oleh media pembelajaran yang menarik dan modern, baik dalam kategori digital maupun analog. Setelah mengetahui masalah motivasi belajar peserta didik  kelas VII SMPN 1 Kersamanah dalam pembelajaran IPA pada materi Pencemaran Tanah, maka pendidik merasa tertantang untuk selalu meningkatkan kualitas diri agar dapat melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Apabila guru senantiasa selalu meningkatkan kompetensinya, maka kemampuan dan pengetahuan peserta didik pun akan meningkat.

FRISKA NURFAJARWATI, S.Pd
SMPN 1 KERSAMANAH